Entah karena apa, Bunda sakit punggung dan pinggulnya sehingga tidak bisa membungkuk. Bahkan jika berjalan pun sakit sehingga harus ditopang oleh tangan.
ketika sakit Bunda tidak bisa memandikan Kalila dan Kaysan. Sore-sore Kalila berkata, "Bunda aku gerah". Bunda jawab "Sebentar ya Kak, Bunda berbaring dulu sampai punggungnya mendingan". Kakak bilang lagi "Bunda, aku gerah, tapi kalau Bunda sakit aku tidak apa kok gerah-gerahan" huhuhu...jadi terharu sekali.
Ketika Bunda sedang mencoba berdiri untuk memandikan Kalila dan Kaysan. Tiba-tiba Kalila berlari mengambil baju dan langsung ke kamar mandi untuk mandi sendiri. Setelah selesai Kakak menghampiri Bunda dan berkata "Aku sudah mandi, coba cek, rambut, muka, punggung, dada, perut, tangan dan kakiku. Bersih tidak ?" wah...jadi makin terharu Bunda. Adik akhirnya diseka diwastafel aja sama Bunda.
Ketika Bunda sakit Kalila juga jadi tahu kalau ternyata sholat boleh dilakukan sambil duduk. Biasanya Kalila ikutan Bunda kalau Bunda sholat, jadi ketika Bunda sholat sambil duduk, dia juga ikutan sambil duduk.
Dalam peristiwa sakit ini juga, Kalila jadi sempat bertanya "Aku boleh dekat Bunda ?" Takut tertular maksudnya. Karena beberapa hari sebelumnya, kita kerumah sepupu Kalila dan dia sedang sakit mata. Segera Bunda ajak Kalila dan Kaysan pulang karena takut tertular. Jadi Bunda menjelaskan ada penyakit yang bisa menular dan tidak menular.
10 April 2010
01 April 2010
Pengendalian Emosi
Bunda ini orangnya tidak sabaran. Sore-sore ketika ayah baru pulang dari Kantor, Kalila ingin bermain Shark Attack dengan komputer Ayah. Ketika sudah dinyalakan, ternyata volumenya terlalu keras, Bunda memintanya untuk mengecilkan volumenya karena tidak baik mendengar suara terlalu keras. Dia menolaknya sambil tetap memegangi tombol volume.
Saat itu Bunda sambil marah-marah berkata "Bunda telinganya normal, Kakak telinganya normal, jadi seharusnya bisa mendengar suara sekecil ini." sambil tangan Bunda mengecilkan volume.
Akibatnya : Kalila menangis keras sekali dan memukul keyboard komputer dengan kencang. Bunda butuh penenangan diri dulu. Karena baru selesai membaca bukunya Mba Maria, Anakku tidak (mau) sekolah, jadi ingat bahwa marahnya diberi penjelasan dengan bahasa yang bisa dimengerti.
Akhirnya Bunda kembali ke Kalila yang masih menangis (sebelumnya Bunda duduk di pojok kamar pindah kesamping Kalila di tempat tidur). Bunda menjelaskan lagi secara baik-baik setelah sebelumnya menyuruhnya menghentikan tangisnya. Bunda telinganya sehat, tidak sakit, jadi bisa mendengar suara pelan. Kalila telinganya sakit tidak ? Tidak jawabnya. Jadi, kalau tidak sakit seharusnya bisa mendengar suara yang pelan seperti ini. Dengar tidak Kakak ? Dengar Bunda, jawab Kakak.
Setelah itu Bunda meminta maaf karena sudah marah-marah dan Kalila langsung menangis memelukku sambil meminta maaf juga.
Anakku yang sholeha...maaf ya Kak..
Saat itu Bunda sambil marah-marah berkata "Bunda telinganya normal, Kakak telinganya normal, jadi seharusnya bisa mendengar suara sekecil ini." sambil tangan Bunda mengecilkan volume.
Akibatnya : Kalila menangis keras sekali dan memukul keyboard komputer dengan kencang. Bunda butuh penenangan diri dulu. Karena baru selesai membaca bukunya Mba Maria, Anakku tidak (mau) sekolah, jadi ingat bahwa marahnya diberi penjelasan dengan bahasa yang bisa dimengerti.
Akhirnya Bunda kembali ke Kalila yang masih menangis (sebelumnya Bunda duduk di pojok kamar pindah kesamping Kalila di tempat tidur). Bunda menjelaskan lagi secara baik-baik setelah sebelumnya menyuruhnya menghentikan tangisnya. Bunda telinganya sehat, tidak sakit, jadi bisa mendengar suara pelan. Kalila telinganya sakit tidak ? Tidak jawabnya. Jadi, kalau tidak sakit seharusnya bisa mendengar suara yang pelan seperti ini. Dengar tidak Kakak ? Dengar Bunda, jawab Kakak.
Setelah itu Bunda meminta maaf karena sudah marah-marah dan Kalila langsung menangis memelukku sambil meminta maaf juga.
Anakku yang sholeha...maaf ya Kak..
Negara, Kota, Visa dan Passport
Kalila senang bermain dengan globe yang ada di kamar Uncle. Dari situ juga dia mengetahui nama-nama negara.
Namun dia belum bisa membedakan mana nama kota mana nama negara. Sampai akhirnya dia ingat ketika kita membuat passport. Dan Bunda bilang Passport itu digunakan jika kita ingin pergi keluar negeri. Keluar dari negara kita, Indonesia.
"Bunda kalau kita ke Yogya pakai passport ga ?" Tidak jawab Bunda, berarti keluar kota ya ? Ke Singapore ? pakai passport. Ke Bandung ? Tidak. Berarti Singapore nama negara ya ?
Untuk perjalanan kita pertengahan April nanti selain passport kita memerlukan Visa.
Visa untuk apa ? Surat izin untuk memasuki suatu negara.
Belum terlalu mengerti sih dia, tapi dia sudah mengikuti prosesnya dari mempersiapkan dokumen, fotokopi, hingga mengantarnya ke kedutaan besar.
Ketika visanya sudah selesai, komennya hanya "I wear capuchon on my Photo" hehehe
Bunda mengajak Kalila dan Kaysan untuk terlibat dalam setiap hal yang Bunda lakukan agar mereka tahu. Terbukti ketika Bunda menjelaskan tentang luar negeri dan luar kota Kalila ingat tentang kantor imigrasi ketika ia mengurus passport.
Namun dia belum bisa membedakan mana nama kota mana nama negara. Sampai akhirnya dia ingat ketika kita membuat passport. Dan Bunda bilang Passport itu digunakan jika kita ingin pergi keluar negeri. Keluar dari negara kita, Indonesia.
"Bunda kalau kita ke Yogya pakai passport ga ?" Tidak jawab Bunda, berarti keluar kota ya ? Ke Singapore ? pakai passport. Ke Bandung ? Tidak. Berarti Singapore nama negara ya ?
Untuk perjalanan kita pertengahan April nanti selain passport kita memerlukan Visa.
Visa untuk apa ? Surat izin untuk memasuki suatu negara.
Belum terlalu mengerti sih dia, tapi dia sudah mengikuti prosesnya dari mempersiapkan dokumen, fotokopi, hingga mengantarnya ke kedutaan besar.
Ketika visanya sudah selesai, komennya hanya "I wear capuchon on my Photo" hehehe
Bunda mengajak Kalila dan Kaysan untuk terlibat dalam setiap hal yang Bunda lakukan agar mereka tahu. Terbukti ketika Bunda menjelaskan tentang luar negeri dan luar kota Kalila ingat tentang kantor imigrasi ketika ia mengurus passport.
30 March 2010
Oleh-oleh dari Jepang
Om Kiky, adiknya Ayah datang dari Jepang. Ternyata Tante Harue, istrinya menitipkan oleh-oleh buat Kalila dan Kaysan.
Ada buku Bahasa Jepang tentang kereta-kereta di Jepang, kubus Hello Kitty dan Buku stiker Hello Kitty yang juga berbahasa Jepang.
Kaysan senang melihat gambar kereta-kereta dan badannya langsung joget karena tiap ada kereta Bunda langsung nyanyi "naik kereta api" atau bilang "Chug-a Choo Choo"
Kalila langsung tenggelam dalam Buku Stiker Hello Kittynya. Ada yang menempelkan stiker sesuai menu makanan yang dijual, ada yang menyamakan gambar, dsb. Bunda hanya menebak-nebak saja perintahnya..habis bahasa Jepang sih ^_^


Kubusnya sebenarnya girly banget warnanya, tapi sudah out of date buat Kalila, jadi deh Kaysan saja yang bermain dengan kubus Hello Kitty itu.
Ada buku Bahasa Jepang tentang kereta-kereta di Jepang, kubus Hello Kitty dan Buku stiker Hello Kitty yang juga berbahasa Jepang.
Kaysan senang melihat gambar kereta-kereta dan badannya langsung joget karena tiap ada kereta Bunda langsung nyanyi "naik kereta api" atau bilang "Chug-a Choo Choo"
Kalila langsung tenggelam dalam Buku Stiker Hello Kittynya. Ada yang menempelkan stiker sesuai menu makanan yang dijual, ada yang menyamakan gambar, dsb. Bunda hanya menebak-nebak saja perintahnya..habis bahasa Jepang sih ^_^


Kubusnya sebenarnya girly banget warnanya, tapi sudah out of date buat Kalila, jadi deh Kaysan saja yang bermain dengan kubus Hello Kitty itu.
Kalila Membaca
Kemarin, sebelum tidur, Kalila minta diajak bermain. Bingung deh Bunda sudah malem mau main apa ya ??? Akhirnya kita membaca 3 buku, lalu bermain flash card binatang.
Ada 28 binatang beserta fakta-fakta tentang binatang tersebut. Iseng, Bunda test membaca Kalila, gambarnya Bunda tutupin, cuma kelihatan tulisannya.
Ternyata dia bisa membaca : CAT, DOG, COW, BUTTERFLY, CATERPILLAR, ELEPHANT, LION, TIGER. Wah..senangnya Bunda.
Gara-gara flash card ini, Kalila juga jadi tahu jika Lumba-lumba tidak mengunyah makanannya. Jadi langsung ditelan saja.
Ketika Bunda sedang menyuapi Adik Kaysan, Adik makannya cepat sekali, sehingga Bunda berkata "Adik, please chew your meal, not just swallow it". Dan tiba-tiba Kalila bilang "Don't be like Dolphin" hahaha...
Ada 28 binatang beserta fakta-fakta tentang binatang tersebut. Iseng, Bunda test membaca Kalila, gambarnya Bunda tutupin, cuma kelihatan tulisannya.
Ternyata dia bisa membaca : CAT, DOG, COW, BUTTERFLY, CATERPILLAR, ELEPHANT, LION, TIGER. Wah..senangnya Bunda.
Gara-gara flash card ini, Kalila juga jadi tahu jika Lumba-lumba tidak mengunyah makanannya. Jadi langsung ditelan saja.
Ketika Bunda sedang menyuapi Adik Kaysan, Adik makannya cepat sekali, sehingga Bunda berkata "Adik, please chew your meal, not just swallow it". Dan tiba-tiba Kalila bilang "Don't be like Dolphin" hahaha...
Maju dan Mundur
Baru Bunda perhatikan, ternyata Kaysan sudah mengerti mobil maju dan mundur lho.
Ceritanya, jika ada mobil yang parkir, dia pasti akan langsung bilang "jwei..jwei.." sambil melambaikan tangan,maksudnya "terus..terus.." Tapi jika mobilnya parkir maju atau jalan maju, dia tidak akan menyebutkan kata itu.
Menurut Bunda dia sudah mengerti maju mundur, atau dia pakai indikator lain ya ? hehehe
Ceritanya, jika ada mobil yang parkir, dia pasti akan langsung bilang "jwei..jwei.." sambil melambaikan tangan,maksudnya "terus..terus.." Tapi jika mobilnya parkir maju atau jalan maju, dia tidak akan menyebutkan kata itu.
Menurut Bunda dia sudah mengerti maju mundur, atau dia pakai indikator lain ya ? hehehe
Bermain Garam
Awalnya karena hujan dan tidak ada mainan dirumah Nini, maka mencari cara untuk bermain. Habis masak, dapat ide untuk bermain dengan garam.
Awalnya Kalila dan Kaysan mencicipi rasanya garam. Kalila sih udah kesekian kalinya,ngambilnya sedikit. Kaysan baru pertama kali, jadi masih ngambil banyak dan wuekkk ^_^ sampai merem melek nyobainnya.
Lalu Bunda tunjukkan bagaimana jika air dimasukkan garam. "Ternyata jadi asin ya Bun ? Kayak air laut" Kata Kalila.
Lalu melihat banyak garam dan cetakan kue, mulailah kita bermain dengan garam. Dibuat castle, bentuk bunga, bentuk hati, dsb. Tapi karena cetakan kuenya terbuat dari kayu, maka hasilnya suka menempel di kayunya. Lebih bagus yang dicetak dengan gelas yang terbuat dari kaca.

Lama-lama main siram-siraman garam. Sudah Bunda peringatkan jika terkena mata perih, tetep keukeuh, jadi aja deh badannya pada merah gatal akibat garam. Mandi lagi dehhhh ^_^
Awalnya Kalila dan Kaysan mencicipi rasanya garam. Kalila sih udah kesekian kalinya,ngambilnya sedikit. Kaysan baru pertama kali, jadi masih ngambil banyak dan wuekkk ^_^ sampai merem melek nyobainnya.
Lalu Bunda tunjukkan bagaimana jika air dimasukkan garam. "Ternyata jadi asin ya Bun ? Kayak air laut" Kata Kalila.
Lalu melihat banyak garam dan cetakan kue, mulailah kita bermain dengan garam. Dibuat castle, bentuk bunga, bentuk hati, dsb. Tapi karena cetakan kuenya terbuat dari kayu, maka hasilnya suka menempel di kayunya. Lebih bagus yang dicetak dengan gelas yang terbuat dari kaca.

Lama-lama main siram-siraman garam. Sudah Bunda peringatkan jika terkena mata perih, tetep keukeuh, jadi aja deh badannya pada merah gatal akibat garam. Mandi lagi dehhhh ^_^
Subscribe to:
Comments (Atom)
